Popular Post

Posted by : O'Deliz 8 Jun 2016



Mila Art Dance merupakan sebuah komunitas tari yang terdiri dari sekumpulan seniman wanita yang terbentuk pada tahun 2012. Mila Art Dance terbentuk karena adanya kesamaan visi, misi, dan tujuan yang sama yaitu berkarya dan membuka wadah berkesenian untuk siapa pun. Mila Art Dance pada awalnya terdiri dari 8 anggota tapi sekarang telah berkembang menjadi 22 orang anggota.
A.   Tema
Tema dari acara Tinta Tari ini adalah “Tubuh Tumbuh”. Arti dari Tubuh Tumbuh sendiri adalah tubuh yang terus berkembang adalah tubuh yang terus berproses, dan ketika berproses maka tubuh akan berkembang menjadi lebih baik dan lebih baik.

B.   Tujuan

  • Memberikan wadah kepada seniman untuk mengeksplorasikan karya dan mengenalkannya kepada masyarakat.
  • Memberikan sarana kepada seniman-seniman tari berbakat untuk menyampaikan karya sebagai kontribusi kesenimannya terhadap masyarakat.
  • Memperkaya khasanah referensi seni tari kepada masyarakat sebagai penikmat tari.
  • Sarana pengembangan kreativitas seniman tari

C.   Pelaksanaan Acara
Hari/Tanggal      : Jum’at 1 April 2016
Waktu                : 19.00 WIB - selesai
Tempat               : PKKH UGM
Acara                 : Tinta Tari 3

PENGISI ACARA
1.     Mila Art Dance
“BEDAYAKAN RIKMA”
Koreografer       : Mila Rosinta Totoatmojo
Komposer          : Anon Suneko
Penari                 : Lia, Devitri, Devi Tanjung, Anggun, Sulis, Radha, Ratri, Suci, Yuri dan Mila
Sinopsis  :
Ketika terus melangkah dalam perjalanan kehidupan
Setapak demi setapak kulalui dengan sepenuh hati
Kugelungkan rambutku sebagai tanda proses kedewasaan dan sebagai senjata dalam diri
Maka aku siap menghadapi pintu berikutnya ….
2.     Pandorarimaji
“FIRST BORN”
Synopsis                    : Purity/Innoncence is a bless from the creator to human being when they were born
Koreografer                   : Babam
Team Pendukung           :
Penari              : Babam, Frans, ican, Vera, Wahyu, Meymey
Pemusik           : Djosh Alith

3.     Kinanti Sekar
“NITIPRAJA”
Synopsis                         :
Sudah berubah zaman ini, hilang semua tatanan, orang yang tidak tahu akan jasadnya. Bagi yang tahu bagi kebajikan, jasadnya seperti intan bersinar di atas batu, karena itu latihlah sehari-hari. Jangan pernah menyerah menghadapi bahaya, kuatkanlah jiwaragamu. (Sultan Agung, Serat Nitipraja)
Koreografer                   : Kinanti Sekar Rahina
Team Pendukung           :
Penari:

  • Olga Nareswari
  • Fhatun Nisa
  • Muthia Avista
  • Fitri
  • Dea Fitria

·         Format Musik; MIDI     :
a.       Music by     : Jimmy Mahardika, Ummaguma
b.      Vocal          : Kinanti Sekar Rahina
c.       Lyric           : Serat Nitipraja, Sultan Agung

4.     Bimo Wiwiohatmo
“SLEEPY”
 Synopsis             : Bayangan-bayangan/kejadian yang muncul ketika di dalam tidur
 Nama                 : Bimo Wiwohatmo
 Penari                 : Bimo Wiwohatmo
 Composer           : Izumi Nagano

5.     Ahmad Susantri
“DINGIN ON PROGRESS #1”
Synopsis             :
Karya ini merupakan hasil latihan untuk pementasan di bulan Juni. Terinspirasi dari kampong halaman , dan pilihan untuk kembali ke kampong halaman tersebut.
Koreografer       : Ahmad Susantri
Penari                 : Rapi Arapat, Janihara Parsada, Susan
 Music                 : Love Your Self (Justine Bieber)

6.     Agung Chendhik
“SATU JIWA”
Synopsis             :
Karya Tari ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat sosial yang mengisahan tentang karakter/wajah manusia dalam kehidupan nyata, ada baik, buruk, cantik, itulah manusia. Warna warni dunia menjadikan hidup lebih dinamis. Tetapi meskipun berbeda-beda tetap Satu Jiwa. Perbedaan kebudayaan di Indonesia menjadi satu kesatuan masyarakat yang utuh dan kokoh untuk mewujudkan Indonesia yang maju.
Koreografer       : Agung Chendhik
Penata Musik     : Anon Suneko
Artistic               : Suroto, Ete
Penari                 : Andi, Putra, Sifa, Tete, Yuni
Pemusik             : Anom Wibowo

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © PKoplaK - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -